Monday, June 22, 2020

Tuesday, November 08, 2016

Maturity

For me,

Maturity is when you say "I'm sorry.." first even that you are not the wrong one. Because you know all the circumstances is a synchronization.

Maturity is when you know how to stop.

Maturity is when you keep your smile in a bad day.

Maturity is when you didn't force people to do something you want.

Maturity us when you know to whom you tell your day.

Maturity is when you stop leaving your room messy.

Maturity is when you know your responsibility,

Maturity is when you think the kindness of your hated person.

Maturity is when you think about nikah. (Finally, i take it seriously.)

Maturiry is when you think about the location of your future office.

Maturity is when you know where to do something.

Maturity is when you have purpose in everything you do.

Maturity is about productive with having fun.

Tuesday, September 06, 2016

It's Time!

Setiap waktu adalah tepat.


Petikan tersebut entah tepatnya kapan, dimana, mengapa, siapa, bagaimana awalnya bisa sampai ke dalam benak saya. Sampai saat ini telah menjadi salah satu mantra untuk memancing saya dalam melakukan segala hal. Selalu, konteks keadaan harus tetap diperhitungkan.

Ada banyak hal yang telah saya pelajari hingga awal September ini. You know, semester kuliah terakhir was the most hectic life i've ever had. Walaupun tidak semua hal berjalan sesuai dengan rencana, yaaa dari Pak Dendi UNKL 347 saya belajar hal tersebut sebagai biaya sekolah. Adanya pengaruh-pengaruh yang ada disekitar saya, kian hari kian berlebihan. Mungkin inilah dampak dari kemajuan teknologi, arus globalisasi dan hal lainnya yang secara tidak langsung mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Termasuk pola fikir. Mungkin inilah yang dimaksud oleh Bu Sarah Ginting dalam concern-nya terhadap arsitektur Indonesia yang semakin hari semakin terhuyung-huyung. Mungkin inilah yang menyebabkan konten TV Indonesia kian hari terasa semakin tidak jelas arah tujuannya. Entahlah. Intinya, saya merasa terjebak dalam sebuah kehidupan tanpa adanya kesatuan visi untuk kebaikan bersama.

Disisi lain, pribadi saya yang sudah berkepala dua ini mengalami polemik batin. Dewasa adalah pilihan itu benar nyatanya. Pendewasaan diri adalah pilihan, benar-benar pilihan. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Oleh karena itu, sebelum memilih keputusan, memang harus memilih menjadi dewasa terlebih dahulu.

Ceritanya melalui post ini saya resmikan bahwa saya memilih untuk menjadi dewasa. Yaaa sehingga, saya akan mengalami pendewasaan diri yang lebih signifikan. Hahahaha entah. Beberapa hal sudah harus saya pilih, tentunya dengan segala konsekuensinya. Perencanaan yang matang dan pembiasaan diri sesungguhnya akan menjadi segala ikhtiar saya untuk menjadi pribadi yang bermanfaat. Aamiin. Semoga.

Monday, May 16, 2016

Life Must Go On

It's been a long time here. Hello, me.. How are you?
Tiara, it's been a long not see you here. I miss the way you look in front of me. I miss you. I miss you daily story, your heart voices, your life. I hope you are alright, there.

It must be though of you until you really can't to visit me. I hope you are fine. I'm worrying about you. Really. How was your life there? Do you like it? Are you happy there? Are you enjoying there? Please say yes..

Tiara, no matter how hard your life is. Please, always be you. Please, remember, everything's gonna be alright. Please, be alright. Please, be safe. Please, dont be sad. Please, please, i beg you, be happy. Because, i will always love you. i love you no matter how, i will always beside you. Okay?

I love you, me.

Wednesday, December 09, 2015

Quraan of The Day: Iman Kepada Alloh

 Dengan menyebut nama Alloh yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Dulu semasa duduk di bangku sekolah dasar, Tiara juga masuk sekolah agama. Teringat salah satu materi yang diajarkan adalah Rukun Iman.
  1. Iman kepada Alloh
  2. Iman kepada Malaikat
  3. Iman kepada Al-Quran
  4. Iman kepada Rasul
  5. Iman kepada hari Kiamat
  6. Iman kepada Qodho dan Qodhar.
Tiara belajar hanya sebatas hafalan dulu. Tiap awal masuk kelas bersama teman-teman yang lain melafalkan rukun-rukun itu. Hayooo siapa yang baca Rukun Iman diatas pakai nada lagu? Kayanya masing-masing sekolah punya nada tersendiri. :)
Kali ini Tiara mencoba memahami lebih dalam mengenai Rukun Iman tersebut. Bukan lagi tentang belajar 90 menit seminggu sekali atau mata kuliah 2 sks dalam satu semester :P, Tiara mendapatkan silaturahmi mengenai Keimanan terhadap Alloh SWT.

Katakanlah (Muhammad), “Dialah Alloh, Yang Maha Esa”
Alloh tempat meminta segala sesuatu.
(Alloh) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.
Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.
Q.S. Al Ikhlas (109) : 1-4

Tiara bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Alloh dan Tiara bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Alloh.

Tiara sebagai seorang hamba yang menyatakan kesaksiannya atau pernyataannya terhadap Tuhan haruslah dengan sebuah keimanan. Tapi keimanan itu apa sih? Menurut pemahaman yang Tiara dapatkan, keimanan adalah membenarkan adanya Alloh dengan segenap keyakinan hati sebagai Tuhan satu-satunya. Nah terus gimana caranya keimanan jadi bisa bersaksi? Padahalkan kita tidak pernah melihat dengan mata sendiri wujud Tuhan secara langsung, kita juga tidak pernah melihat Rasululloh SAW sebelumnya.

“Tak kenal maka tak sayang”

Tiara mengumpamakannya seperti kiasan diatas. Tiara mencoba untuk lebih mengenali Tuhan lewat kumpulan ayat-ayatnya, setiap kalimat dan kata yang didalamnya menambah kemantapan hati Tiara akan eksistensi Tuhan. Tiara juga belajar dalam beberapa ayat-Nya terdapat kalimat yang dimulai dengan “Sungguh…”. Bagi Tiara hal ini menunjukan bahwa Tuhan sangat bersungguh-sungguh dalam segala hal dan sebagai hambanya Tiara juga harus bersungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas Tiara.

“Sungguh, (apa yang disebutkan) di dalam (Al Quran) ini, benar-benar menjadi petunjuk (yang lengkap) bagi orang-orang yang menyembah (Alloh).” 
Q.S. Al-Anbiya’ (21) :106

Semakin Tiara paham kalimat-kalimat Tuhan tersebut, semakin Tiara merasakan Tuhan itu benar adanya. Tsetsuatu. Tiara terjemahkan perasaan ini sebagai representasi dari kesaksian Tiara bahwa Alloh SWT itu Tuhan yang Esa dengan segala sifatnya mengatur dan berkuasa atas segala sesuatu di muka bumi.

“Dan Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.” 
Q.S. Al Baqoroh (2) : 163

Sebagai Tuhan yang satu, Alloh memiliki sifat-sifat yang tidak bisa dibandingkan dengan makhluk lainnya yang hidup di alam semesta ini. Dengan sifat-sifatnya ini juga menunjukkan bahwa Alloh SWT mempunyai kekuasaan dan kekuatan yang maha dahsyat dan diluar akal pikiran manusia untuk dapat mengatur seluruh alam semesta ini. Alloh SWT mempunyai aturan-aturan yang harus ditaati oleh setiap hambanya.

“Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak mempunyai anak, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(-Nya) dan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat.” 
Q.S. Al Furqan (25) : 2

“Sungguh, Aku ini Alloh, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku.” 
Q.S. Taha (20) : 14

“Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Alloh, ikutilah aku, niscaya Alloh mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Alloh Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (31)“Katakanlah (Muhammad),”Taatilah Alloh dan Rasul. Jika kamu berpaling, ketahuilah bahwa Alloh tidak menyukai orang-orang kafir.” (32) 
Q.S. Ali Imran (3):31-32

Syirik


Syirik adalah menyamakan antara selain Allah dengan Allah ta’ala dalam perkara yang termasuk kategori kekhususan yang hanya dimiliki oleh Allah ta’ala saja. Kekhususan Allah itu meliputi tiga hal utama, Pertama; hak rububiyah, seperti mencipta, mengatur alam, menguasainya, mengabulkan do’a dan lain-lain. Kedua; hak uluhiyah, seperti berhak untuk diibadahi, menjadi tujuan do’a, permintaan tolong, permintaan perlindungan, tujuan dalam melaksanakan persembahan atau sembelihan, menjadi tujuan harapan, rasa takut dan kecintaan yang disertai dengan ketundukkan. Ketiga, hak kesempurnaan Nama-nama dan Sifat-sifat, seperti menyandang nama Allah, Ar Rabb dan Ar Rahman, atau memiliki sifat mengetahui yang Gaib, Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Mengetahui, yang tidak ada sesuatupun yang menyamai-Nya. Jadi kesyirikan itu bisa terjadi dalam hal rububiyah, uluhiyah maupun nama dan sifat-Nya. (Wahyudi, 2009; https://muslim.or.id/623-awas-syirik-1.html)

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk.” 
Q.S. Al An’am (6) : 82

“Sungguh, telah kafir orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya Alloh itu dialah Al Masih putra Maryam .” Padahal Al Masih (sendiri) berkata, “Wahai Bani Israil! Sembahlah Alloh, Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya barang siapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Alloh, maka sungguh Alloh mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu.” 
Q.S. Al Maidah (5) : 72

Sebenarnya hanya dijelaskan sekilas mengenai Syirik ini, belum terperinci. Yaa intinya jangan sampai kita melakukan syirik. Semoga dengan pemahaman keimanan kita terhadap Alloh, kita dapat terhindar dari syirik. Aamiin

Thursday, November 26, 2015

Event Report: Kuliah Umum Kebijakan dan Isu-isu Strategis Kebahasaan

Senin (26/10/15) lalu, Tiara ikut Kuliah Umum di Auditorium FPIPS UPI. Kuliah umum ini membahas tentang Kebijakan dan Isu-Isu Strategis Kebahasaan, disajikan oleh Prof. Dr. Mahsun, M.S. Beliau merupakan Kepada Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Acara ini dilaksanakan untuk memperingati Bulan Bahasa.

Sebelum ke pembahasan, yuk kenali dulu lebih lanjut tentang beliau.


Prof. Dr. Mahsun, M.S., lahir di Jereweh-Sumbawa pada 25 September 1959.

Riwayat akademik:
Sarjana Sastra - Fakultas Sastra di Universitas Jember (1983)
Magister Sains di UGM dengan predikat cumlaude (1991)
Doktor dalam bidang Linguistik di UGM dengan predikat cumlaude (1994)

Beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap bidang Linguistik di Universitas Mataram pada 24 Januari 2009 dengan pidato pengukuhan yang berjudul: "Linguistik dan Studi tentang Kemanusiaan". Sejak 2006, beliau dipercaya menjadi koordinator (secara akademik) Program Penelitian Kekerabatan dan Pemetaan Bahasa-Bahasa di Indonesia. Pada tahun 2009, dengan ketekunan dan kerjasama bersama teman-temannya mampu mempersembahkan Peta Bahasa-Bahasa di Indonesia kepada Pemerintah (Presiden RI) pada Acara Puncak Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Gedung Sabuga, Bandung. Selain itu, bersama Prof. Dr. dr. Mulyanto, ahli Hepatika, Universitas Mataram, menjadi peneliti Ahli pada Program Penelitian "Bahasa Genom" yang dilaksanakan di Pusat bahasa selama satu tahun (2008-2009). Penelitian tersebut menggagas sebuah disiplin ilmu baru, yang merupakan Ilmu Antarbidang Genetika dan Linguistik, yang disebutnya dengan Genolinguistik. Disiplin ilmu dibukukan dan diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Pelajar Yogyakarta (2010). 

Selengkapnya dapat dilihat disini.

Kebijakan dan Isu-isu Strategis Kebahasaan


Bahasa adalah salah satu aspek pengikat dalam sebuah bangsa. Di Indonesia, hal ini terbuktikan dengan adanya Sumpah Pemuda dalam salah satu butirnya yang telah diikrarkan pada 28 Oktober 1928 dan dalam UUD 1945.

Terdapat hubungan antara kebangsaan dan kebahasaan, berdampak munculnya isu-isu yang menyangkut kehidupan berbangsa dan bernegara mempengaruhi paradigma penetapan kebijakan penanganan masalah keragaman bahasa di Indonesia.

Ada dua tipe paradigma pembangunan bidang kebahasaan menurut Prof. Mahsun yang di elaborasi dari kebijakan yang dijalankan oleh institusi negara yang diberi otoritas untuk menangani masalah keanekaragaman bahasa di Indonesia, dalam hal ini Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, diantaranya:
  1. tipe yang berorientasi pada penekanan fungsi bahasa sebagai sarana komunikasi dengan sasaran pembinaan pada pemakaian bahasa masyarakat;
  2. tipe yang berorientasi tidak hanya penekanan pada fungsi bahasa sebagai sarana komunikasi tetapi juga bahasa sebagai identitas atau jati diri bangsa dengan sasaran pembinaan pada pemakaian bahasa masyarakat dan dunia pendidikan.

Identitas komunitas-komunitas dapat membentuk nasionalitas keindonesiaan (baca: kebangsaan). Dari sudut pandang itu, dapat dikatakan bahwa Indonesia merupakan negara majemuk, karena selain memiliki bahasa nasional dan bahasa negara (Bahasa Indonesia), juga terdapat ratusan bahasa lokal. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) yang diketuai Prof. Mahsun, telah melakukan pemetaaan bahasa-bahasa di Indonesia, dan mengidentifikasi sebanyak 546 bahasa local (pada Kongres Bahasa Nasional Kesembilan, 2008 yang lalu dilaporkan 442 bahasa local di Indonesia).

Apabila bahasa Indonesia dijadikan sebagai salah satu indikator utama dalam membentuk nasionalitas (negara bangsa) Indonesia, maka dapat dikatakan bahwa di seluruh wilayah Indonesia, belum sepenuhnya menampilkan wajah keindonesiaan.
Realitanya kita dapat menemukan maraknya penggunaan bahasa asing pada spanduk, iklan, nama badan/lembaga, dll. yang dipajang di ruang publik secara gamblang dan kasat mata. Kondisi tersebut mempengaruhi kebijakan penanganan masalah kebahasaan di Indonesia. Salah satunya dengan memfokuskan upaya-upaya untuk memperkuat penggunaan bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi yang kegiatannya berupa penguatan daya ungkap serta penetapan kedudukan dan fungsi ketiga jenis bahasa tersebut.

Apakah sudah cukup penanganan masalah kebahasaan di Indonesia dengan berlandaskan pada paradigma tersebut  dapat menjamin keberadaan bahasa Indonesia dan bahasa lokal sebagai penyokong pilar NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika?

Ada tiga elemen yang dapat dipilih untuk menjadi landasan pembentukan nasionalitas negara bangsa, yaitu ras/suku, agama, dan bahasa (Anwar, 2008).

Terdapat 546 etnis di Indonesia (dalam hal ini ras), dan jika hal tersebut ditentukan sebagai penentu bentuk nasionalitas bangsa Indonesia, akan begitu sulit untuk mewujudkannya. Khususnya dalam memilih etnis mana yang sesuai untuk representasi keindonesiaan negara bangsa Indonesia.

Disisi lain, elemen agama hampir pernah dipilih namun gagal. Adanya pertentangan yang muncul karena Piagam Jakarta membuktikan betapa agama justru memudarkan semangat membangun keindonesiaan.

Elemen bahasa dalam membangun nasionalitas keindonesiaan telah dipilih dan dapat dikatakan merupakan pilihan yang tepat. Kenapa? Indonesia adalah salah satu bagian dari Nusantara. Salah satu bahasa yang digunakan adalah Bahasa Melayu. Menurut Prof Mahsun, Bahasa Melayu memiliki jumlah penutur yang relatif kecil dibandingkan dengan penutur bahasa Jawa. Disisi lain, bahasa Melayu tidak mengenal gradasi tingkat tutur yang mencerminkan gradasi struktur sosial yang ketat dan menyebar hampir di seluruh wilayah Nusantara. Bahasa melayu menjadi lingua franca bagi sebagian besar wilayah tutur bahasa local di Nusantara. Oleh karena hal tersebut, bahasa Indonesia diserap dari keberadaan bahasa Melayu menjadi pilihan sebuah bahasa nasional dan bahasa resmi negara, dilengkapi dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang representasi keanekaragaman bahasa loal.

Urgensi bahasa sebagai pondasi kebangsaan sekaligus menjadi dentitas atau jati diri bangsa dan suku bangsa Indonesia merupakan isu utama saat pembangunan identitas keindonesiaan.

Menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia
Butir ketiga sumpah pemuda mengandung makna bahwa dengan adanya bahasa nasional yang mempersatukan berbagai ragam etnis dengan keanekaragaman bahasa lokal sangat perlu dan dalam kondisi yang bersamaan keberadaan bahasa-bahasa local yang hidup dan berkembang dalam masyarakat penuturnya juga diakui keberadaannya.

Isu-isu terkait kebahasaan di Indonesia:

  • bahasa nasional dan bahasa resmi untuk mengungkapkan gagasan-gagasan Indonesia baru, maju, dan modern;
  • masih banyak rakyat Indonesia yang belum dapat berbahasa Indonesia;  
  • banyak bahasa lokal yang mulai ditinggalkan penuturnya; serta peran bahasa asing yang cukup dominan dalam pemakaian bahasa-bahasa di Indonesia telah memunculkan paradigma pembangunan bidang kebahasaan yang berorientasi pada:
    1. fungsi bahasa sebagai sarana komunikasi, dan
    2. sasaran pembinaan bahasa pada pemakaian bahasa masyarakat. 
Kebijakan sebagai implikasi dari paradigma yang berorientasi pada fungsi bahasa sebagai sarana komunikasi,
kebijakan untuk memokuskan perhatian pada penguatan daya ungkap bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa resmi negara termasuk sebagai bahasa ilmu pengetahuan, seperti :
  1. pengembangan leksikon (penambahan jumlah perbendaharaan kata melalui pengembangan perkamusan);
  2. pembakuan sistem gramatika (tata bahasa), pembakuan istilah terutama yang terkait dengan bidang ilmu pengetahuan (glosarium bidang ilmu), pengembangan tesaurus, dan standardisasi sistem tata tulis (ejaan).

Kebijakan sebagai implikasi dari paradigma yang berorientasi pada pembinaan bahasa yang mengambil objek sasaran masyarakat, bukan dunia pendidikan, yaitu:
  1. munculnya kegiatan yang berupa penyuluhan bahasa yang mengambil sasaran masyarakat, seperti siaran pembinaan bahasa melalui media elektronik (radio, TV) maupun media cetak;
  2. penertiban penggunaan bahasa di ruang publik, peningkatan kualitas bahasa insan media masa dll.
Terkait dengan pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa daera, kebijakan yang dilakukan melalui kajian berbagai aspek kebahasaan dan kesastraan, seperti:
  1. kajian pengidentifikasian jumlah bahasa di Indonesia;
  2. kajian identifikasi jenis sastra, dan
  3. deskripsi aspek tertentu dari bahasa-bahasa lokal.
Berdasarkan wujud kebijakan penanganan masalah kebahasaan (termasuk masalah kesastraan) sejak mulai munculnya institusi negara yang menangani masalah kebahasaan tahun 1947, pembangunan bidang kebahasaan dapat dipilah dalam tiga fase, yaitu:
  1. Fase pengenalan identitas kelembagaan (1947--1971)
  2. Fase penguatan kelembagaan, tugas, dan fungsi (1972 -- April 2012), dan
  3. Fase pemantapan tugas dan fungsi (Mei 2012 -- seterusnya).
Untuk bahasa lokal, telah dilakukan kajian yang bertujuan menyediakan pangkalan data dalam bentuk pemetaan bahasa-bahasa di Indonesia. Hingga 2012 telah diidentifikasi sejumlah 546 bahasa. Jumlah ini dipastikan   bertambah karena penelitian ini masih berlangsung. Selain itu, sampai tahun 2000 kajian bahasa dan sastra lokal mencapai masing-masing 874 judul dan 341 judul, serta 145 judul untuk penelitian bahasa Melayu. Penelitian terhadap bahasa dan sastra daerah tersebut lebih bersifat deskriptif yang terkait dengan kajian sistem bahasa dan sastranya.


Catatan-catatan lainnya:

Indonesia mempunyai nilai strategis. Indonesia dibangun dengan pondasi Bahasa.
Internasionalisasi bahasa Melayu: pengambilan identitas.
Better english tidak sama dengan better income.

Konsep bahasa yang jelas akan menghindarkan kita dari rorombeheun (terpecah belah) hahaha.
Krisis identitas = mudah dipengaruhi.
Diplomasi bahasa.
Bahasa itu menyerap.
Kebijakan: aturan dan sejarah pemerintah mengenai penggunaan bahasa kesatuan, Bahasa Indonesia.




Kuliahnya Bapak ini teh menggebu-gebu. Kelihatan banget beliau punya passion dan tekad yang kuat dalam menjalankan amanahnya. Slideshow yang ada sebenarnya sampai 150-an lebih, tapi dalam waktu dua jam, beliau bisa menyampaikan garis besar materinya secara efektif. Inspiring pisan euy!


Terima kasih, Bapak. Dari Bapak Tiara semakin bangga menjadi warga Indonesia. :)

Sunday, November 15, 2015

Event Report: Seminar Study in Hiroshima University

I was attending Seminar in my university.


TOP CAREER Study Abroad was coorperated with Hiroshima University providing useful information about education environment in Japan, such as the training system and scholarship from Hiroshima University.

Seminar Agenda were about Hiroshima University, Available Programs, Opportunities for International Students, Admission process, and Scholarships.

I have never thought to continue my study in Japan, so I was a bit curious to know more about study there, especially in Hiroshima University. For complete information we can visit their page at http://www.hiroshima-u.ac.jp

Hiroshima University as in their page, mantained the founding principle of "a single unfied university, free and pursuing peace", and with its 11 faculties and graduate schools, it has achieved significant development as one of the most distinguished research universities in Japan.

I was given advices and introduction by the representatives of Hiroshima University about the enroll ment for the new school year 2015-2016 with many interesting scholarships. They gave me informations about program that can be taken by us as international student. Beside that, they told me about the culture of international students there, facilities like dormitory, accommodation, and everything else about this university.

Klik! Kayaknya biar lebih jelas, kita pakai Indonesian aja ya..

Program yang diinformasikan ada tiga, yang akan dijelaskan sebagai berikut.

Research Students


Siswa yang berharap untuk melakukan penelitian sebuah disiplin tertentu, baik pada tingkat sarjana atau pascasarjana, dapat mendaftar sebagai mahasiswa riset (Kenkyuusei). Pada program ini tidak disediakan gelar setelah risetnya selesai. Umumnya pendaftar adalah untuk mereka yang mempersiapkan diri masuk ke sekolah pascasarjana ke universitas dan meneliti subjeknya lebih rinci.

Prosedur penerimaan dan persyaratannya sedikit berbeda, tergantung dari kebijakan fakultas masing-masing. Bagi yang tertarik dianjurkan untuk menghubungi Student Support Group di fakultas yang tersedia. Daftar fakultasnya dapat dilihat disini.

Penyeleksian dilakukan berdasarkan dokumen yang diajukan. Penerimaan untuk mahasiswa non-degree mulai dibuka di setiap semester awal yaitu pada April-Oktober. Kenkyuusei dilakukan pada satu semester atau satu tahun, dan dapat diperpanjang tergantung kebutuhan penelitiannya.

Phoenix Leader Education Program


Program Phoenix adalah program pascasarjana yang disediakan untuk merespon bencana radiasi dan mengarahkan pemulihan secara langsung dengan solusi-solusi terbaiknya. Didasarkan pada kerapuhan sistem keselamatan radiasi dan teknologi penggunaan radiasi dalam bidang kedokteran, industri, dan pengembangan teknologi nuklir yang menimbulkan potensi ancaman terhadap terorisme nuklir karena adanya ketidakstabilan global. Sehingga, program ini bertujuan untuk mengembangkan pemimpin global yang mempunyai pengetahuan lintas disiplin yang bertekad dan mampu membuat penilaian untuk mengambil tindakan terbaik, dan kemampuan berperilaku juga dibutuhkan untuk melakukan aksi secara efektif dalam sebuah bencana radiologi dan melaksanakan pemulihan didasarkan pada filosofi atau teori yang jelas dan pengetahuan inovatif yang diambil dari berbagai ilmu pengetahuan. Mereka yang mampu melindungi kehidupan manusia, lingkungan, dan masyarakat dari bencana radiasi dan radioaktivitas.


Hiroshima University ini telah berpengalaman dan menorehkan banyak prestasi dalam aksinya untuk mendukung pemulihan dari bom atom, sehingga menetapkan program Radiation Disaster Recovery Studies, yang meliputi bidang akademik profesional termasuk Kedokteran, Ilmu Lingkungan, Teknik, Sosiologi, Pendidikan, dan Psikologi. Dalam pengembangannya, program ini akan memberikan kontribusi untuk membangun sebuah sistem kepemimpinan dan respon terhadap bencana radiasi yang melindungi keselamatan dan keamanan sebagai model abad ke-21.

Alhamdulillah masih kebagian brosurnya..



Program perkulihannya dispesialisasikan menjadi tiga jenis utama yaitu:

Radiation Disaster Medicine Course, mempesiapkan personil yang melindungi kehidupan manusia dari bencana radiasi. Program ini dilakukan selama 4 tahun yang terintegrasi dengan program PhD untuk lulusan dari sekolah profesi selama 6 tahun dalam bidang medis, kesehatan gigi (dental), farmasi, dan kedokteran hewan, dan master di bidang fisikawan medis.

Radioactivity Environment Protection Course, mempersiapkan personil yang melindungi lingkungan dari radioaktivitas. Program dilakukan selama 5 tahun, terintegrasi dengan program PhD untuk lulusan bachelor dan masters dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, agrikultur, ilmu pengetahuan sosial.

Radioactivity Social Recovery Course, mempersiapkan personil yang melindungi masyarakat (human societyi) dari bencana radiaktivitas. Program yang dilakukan selama 5 tahun terintegrasi dengan program PhD untuk lulusan bachelor dan masters dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, agrikultur, ilmu pengetahuan sosial.



Program Taoyaka merupakan program pascasarjana untuk menghasilkan ahli yang menjadi pemimpin global yang sukses di bidang yangg luas dalam industri, akademisi dan pemerintah dengan perspektif yang luas dan orisinal. Pendidikannya dilakukan selama 5 tahun, 2 tahun untuk program master dilanjutkan dengan program doktoral selama 3 tahun.

Latar belakang disediakannya program ini adalah melihat keadaan desa di dunia yang masih belum mempunyai kualitas kehidupan yang layak, dari aspek pelayanan pendidikan, kesehatan, konflik tak berujung atas hak menggunakan air atau tanah, dan ketersedian sumber daya alam. Sementara di Jepang, masyarakat pedesaan marginal tidak memiliki akses yang memadai terhadap layanan pendidikan atau kesehatan, dan masalah transportasi sehari-hari di daerah pulau dan kaki pegunungan yang tidak mempunyai moda transportasi orang dan barang.

Pengaruh negara maju pada megara berkembang bisa dilihat dari banyaknya masyarakat pedesaan yang sudah menggunakan ponsel, penggunaan sel surya, penggunaan lampu LED yang terus menerus yang merubah suasana malam yang gelap di negara berkembang berubah menjadi malam yang penuh dengan konsumsi energi. Dari hasil penelitian (state of the art) dan perkembangan teknologi di negara maju dan masyarakat yang mendukung saat ini berpotensi untuk mebuat perubahan tidak hanya di negara maju tapi juga pada masyarakat di negara berkembang. Melakukan sebuah kerjasama dengan daerah yang menghadapi problematika tersebut, mengembangkan proposal berdasarkan kebutuhan mereka, meluaskan potensi sebagai hasil penelitian teknologi dan ilmu pengetahuan, untuk dilaksanakan di tempat sehingga lebih efektif mengarahkan masyarakat kepada arah yang benar. Hal ini disebut Onsite Reverse Innovation.

Onsite Reverse Innovation berarti suatu sarana dan usaha untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh daerah tertinggal berdasarkan lingkungan dan budaya masyarakat yang telah berkembang dengan berbagai cara dari waktu ke waktu dan dari ruang ke ruang. Daur ilmu pengetahuan dan teknologi yang dipimpin oleh budaya dari daerahnya merupakan jalan kedepan untuk membuat suatu masyarakat yang felksibel, abadi, dan damai hidup berdampingan.

Oleh karenanya, program ini akan melatih inovator-inovator dalam tiga jenis berbeda yang telah mencapai state of the art dalam ilmu pengetahuan dan teknologi yang akan menerapkan dan melaksanakannya di tempat langsung (onsite). Inovator ini akan disebut sebagai multicultural coexistence instigators, akan bertindak sebagai pemimpin dalam menciptakan masyarakat yang ramah untuk mengatasi perbedaan budaya, inovasi teknis dan sosial secara langsung (onsite), dan berkontribusi pada penyelesaian masalah mengenai kekurangan atau problematika di masyarakat daerah tertinggal.

Inovator akan dibedakan berdasarkan jenis program perkuliahan yang diambil, yaitu Cultural Creation Innovators, Technical Creation Innovators, Social Implementation Innovators.

Cultural Creation Innovators

Dilatih untuk menciptakan budaya beradaptasi pada perubahan sosial dan lingkungan sejalan dengan inovasi teknis. Edukator yang dapat melindungi dan memelihara budaya dan merancang perkembangan daerah. Jurnalis dan staf LSM internasional yang berkomunikasi identitas dari daerah tersebut melalui media daerah setempat, dan lainnya.

Technical Creation Innovators

Dilatih untuk menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan permasalahan dalam lingkungan dan budaya masyarakat setempat di daerah terpencil dan bermasalah. Kerjasama insinyur yang menciptakan teknologi rendah biaya yang dapat berfungsi di daerah dengan kondisi berkekurangan. Ahli transfer teknologi dan pengusaha yang mengembangankan konsep teknologi yang sesuai dengan nilai-nilai yang beragam dan perubahan lingkungan.

Social Implementation Innovators.

Dilatih untuk mencapai pelaksanaan yang seimbang pada masyarakat dengan budaya yang berbeda dan tekmologi ilmu pengetahuan baru yang telah dibuat. Pemerintah dan konsultan pengembangan yang mengidentifikasi solusi-solusi onsite yang optimal dibawah kondisi sulit. Pekerja pemerintah, karyawan pemeridah daerah dan kerjasama karyawan organisasi internasional yang bekerja untuk menggapai konsensus di antara pemangku kepentingan dengan nilai-nilai yang berbeda.

International Student


Hingga Mei 2015, mahasiswa internasional yang terdaftar di Universitas Hiroshima ini datang dari 66 negara di dunia. Untuk mahasiswa Asia Tenggara jumlah mahasiswa paling banyak datang dari Indonesia, lho! Ada sekitar 72 mahasiswa yang tersebar di berbagai fakultas.

Alhamdulillah dapat brosur ini..



Konten di dalam brosur bisa didapatkan disini.


Brosur ini memuat informasi tentang Univertitas Hiroshima yaitu:

  • Fakultas dan departemen yang tersedia pada level sarjana dan pascasarjana;
  • Persiapan untuk melanjutkan studi disana;
  • Informasi umum untuk program-program sarjana;
  • Informasi umum untuk program-program pascasarjana;
  • Informasi umum untuk program non-degree/research student (Kenkyuusei);
  • Status penduduk disana;
  • Sistem beasiswa untuk mahasiswa internasional;
  • Kehidupan di Universitas Hiroshima;
  • Kontak informasi.



Terus daftarnya gimana itu, teh? Cek disini.
Atau,
Yuk daftar ke TOP CAREER! Dengan daftar di website tersebut, nanti kita diberi informasi tentang universitas, program studi, dan beasiswa yang pas untuk kita.


Kalau Tiara sih udah subscribe, kalau kamu? Setelah subscribe nanti setiap ada informasi tertentu kita akan dikirim email gitu. Nah email yang terakhir setelah Tiara ikut seminar Universitas Hiroshima, dikirim deadline pendaftaran setiap programnya. Bermanfaat benget, loh!

Beasiswa


Ada banyaaaaak bingit jenis beasiswa yang bisa kita dapat buat kuliah di Universitas Hiroshima yang dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

  • Beasiswa dari pemerintah Jepang (MEXT), yang bisa didapat jika kita direkomendasikan oleh kedutaan Jepang dan Universitas kita. 
  • Beasiswa dari yayasan-yayasan tertentu dan peminatnya yang berhasil diterima disana sebanyak 878 mandiri (self-funded) 205 diantaranya mendapatkan beasiswa dari jenis ini. Untuk lebih detailnya tentang beasiswa jenis ini bisa dilihat di Japan Student Services Organization (JASSO)

Masih banyak lagi informasi yang ingin dibagikan. In shaa Alloh di postingan selanjutnya. Atau bisa langsung ditanya disini ya..

Terima kasih.

Friday, October 23, 2015

Quraan of The Day

Katakanlah, "Aku hendak memperingatkan kepadamu satu hal saja, yaitu agar kamu mencari kebenaran karena Alloh (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri*; kemudian agar kamu pikirkan (tentang Muhammad). Kawanmu itu tidak gila sedikit pun. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras." 
(Q.S. Saba' ayat 46)

* Berdua-dua atau sendiri-sendiri maksudnya dalam mencari kebenaran dapat dilakukan sendiri-sendiri atau berama-ramai.

Tuesday, October 20, 2015

Susu Kedelai oh Susu Kedelai

Susu Kedelai. Pernah dengar, kan?
I'm a soymilk enthusiast. Dimulai dulu waktu SMA, Ibu teman saya pernah nyuguhin susu kedelai yang enyak bingits. Pas banget di lidah saya yang kurang senang dengan rasa makanan atau minuman yang terlalu kuat (kecuali asem jawa hehe), and yes, Soymilk is the answer. Susunya gurih, manisnya cukup, dan ringan di tenggorokan. Sejak saat itu, saya jadi rutin minum susu kedelai setiap pagi. Susu kedelai ini juga bisa delivery, masih dalam keadaan fresh from the oven. Efeknya nyaman banget ke badan, jadi lebih semangat dan ga gampang ngantuk. Sampai-sampai teman sekelas ikut pesan juga, jadi distributor dadakan gitu deh saya. Hahaha

It was a good memory with it.
Sampai suatu saat, saya harus ke Bandung untuk melanjutkan kuliah.

Tahun pertama hingga tahun kedua, kecanduan saya terhadap susu kedelai beralih pada susu kedelai kemasan. Yaaaa.. sedih sih, karena kandungannya tidak sebaik yang saya suka beli di kampung halaman. Kakak saya bahkan melarang untuk mengkonsumsi minuman tersebut. But, I really can't stand for it. Tahun ketiga kuliah, saya pindah kosan. Di lingkungan baru ini udah kaya pasar kuliner setiap malam, dari mulai camilan-camilan gaul sampai kuliner tradisional juga ada disini. Sampai suatu saat, ng....

Bapak Eko dan dagangan susu kedelainya.

It is a treasure! Alhamdulillah..
Saya dipertemukan dengan Bapak ini, yang menjajakan susu kedelai murni. Hmm.. Awalnya saya yaaa biasa aja, beli-lalu-pergi gitu. Tapi karena keseringan beli dan pas banget ada challenge dari IHBlogger, saya beranikan diri untuk menyapa Bapak ini. Canggung sih, soalnya saya pemalu (heuheu), tapi ternyata beliau asik juga orangnya.

Beliau bernama Bapak Eko. Awalnya, beliau bekerja di sebuah pabrik susu kedelai besar di Lampung, kampung halamannya. Beliau banyak belajar disana tentang cara pengolahan dan pengemasan produk. Sebelumnya, sebagai persyaratan bekerja, Bapak Eko telah melalui pendidikan dan pelatihan dari Dinas Kesehatan terlebih dahulu. Selain itu, beliau juga pernah bekerja di salah satu perusahaan periklanan di Bandung. Dari pengalaman bekerja tersebut, beliau belajar tentang cara manajemen perusahaan dan menganalisis Kota Bandung yang menjadi tempat tinggal barunya.

Kota Bandung itu surga bagi para pengusaha kuliner dan penikmatnya. Saya berpikir untuk membuat produk yang berbeda tapi dibutuhkan oleh konsumen. 

Hingga pada tahun 2009, beliau memutuskan untuk membuat satu produk susu kedelai dengan kualitas yang lebih baik hasil racikan tangan beliau sendiri. Proses meraciknya membutuhkan waktu selama satu tahun, sehingga pada tahun 2010 penjualannya baru bisa dimulai.


Beliau menggunakan kedelai kelas 1 yang berasal dari Jawa Timur. Kedelai tersebut merupakan kedelai dengan kualitas terbaik di Indonesia. Beliau menghindari penggunaan kedelai impor yang beredar di Indonesia, karena kedelai tersebut menurut Bapak Eko sudah tidak alami lagi pertumbuhannya. Banyak menggunakan zat kimia. Untuk pemanis susu kedelainya, ditambahkan gula tebu, asli dari Lampung.

Terbukti. Susu kedelai Bapak Eko ini tanpa menggunakan zat kimia. Jadi, waktu itu pertama kali saya beli, kelupaan diminum. Besoknya, bungkusnya mengembung gitu, kayak mau meledak dan rasanya juga sudah tidak enak. Kalau orang sunda bilangnya, tos haseum. :)) Lalu jika dibandingkan dengan produk susu kedelai kemasan yang pernah saya beli (pernah coba sampai lima produk yang berbeda), beda banget. Biasanya susu kedelai kemasan menyisakan keanehan di tenggorokan, apa ya namanya, hmm.. kaya ada lendir nyangkut gitu di tenggorokan. Beda dengan susu kedelai yang biasa saya konsumsi waktu SMA, susunya ringan ditenggorokan, sama kaya produknya Bapak Eko. 

Kok beda gitu, ya?

Menurut Bapak Eko, hal itu disebabkan karena adanya penambahan pengawet yaitu Natrium benzoat dan pemanis buatan yaitu Sodium glutamat. Juga karena adanya penambahan perisa kedelai, maksudnya agar dengan kedelai yang sedikit menghasilkan rasa yang kuat. Oooh.. Proses pembuatan juga harus higienis karena dapat mempengaruhi rasa yang dihasilkan. Mungkin karena proses pembuatan yang berbeda, susu kedelai waktu SMA itu dia lebih creamy dan disajikan hangat. Kalau susu kedelai Bapak Eko disajikan dingin, dia lebih cair. Oooh.. (lagi)

Bermodalkan 10 juta rupiah, Bapak Eko mulai membeli mesinnya, mengolah bahan dasar, pengemasan, hingga penjualan beliau lakukan sendirian. Setiap pagi, dari pukul 06.00 hingga pukul 01.00 siang dengan membawa sekitar 50-100 bungkus susu kedelai menggunakan sepeda motor, beliau menjajakan produknya di Pasar Cibago, Bandung. Setelah itu, pulang untuk restock dan beristirahat. Mulai kembali pukul 04.00 sore hingga pukul 10.00 malam, beliau berjualan di Jalan Gegerkalong Girang (dekat Bebek Goreng Komar). Setelah itu pulang ke rumah, istirahat, dan mulai membuat susu kedelai sekitar pukul 04.00 pagi.

Harga perbungkusnya 3000 rupiah, kalau beli dua jadi 5000 rupiah. Satu bungkus susu kedelai berisi sekitar 150 ml. Tersedia dengan rasa original tawar, original manis, stroberi, melon, dan moka. Disantap dingin lebih nikmat. Yummyyy.. 
Bapak juga menerima pesanan atau tawaran bekerja sama, bisa dihubungi di nomor 0822-1666-5827.

Saya bersyukur saya mempunyai istri yang mau menerima dan mendukung saya. Oleh karenanya saya bisa bertahan selama ini.

Sweet! Ini membuat saya sadar bahwa menjadi seorang istri harus sangat-sangat-sangat setrong. No matter the world is ruined, seorang istri harus setia mendukung suaminya. Karena, kesuksesan seorang suami tergantung dari istrinya. I wonder how his wife looks like, she must be really strong one. Bapak Eko tinggal di Sariwangi, Ciwaruga, Bandung dengan istrinya. Pernikahan beliau diberikan karunia lima orang anak, tiga anak perempuan dan dua anak laki-laki. Bapak Eko mempunyai hobi yang sama lhoo seperti saya. Beliau suka olahraga. Kalau saya suka lari, voli, dan berenang, beliau suka bela diri tapak suci dan bulu tangkis.

Targetnya untuk mengembangkan usaha saya ini, saya harap mempunyai manajemen yang baik; sepuluh orang membawa seratus bungkus susu kedelai per hari.

Mari kita aminkan bersama, Aamiin ya Alloh ya Robbal 'alamin.

Dari sini, saya makin jatuh cinta sama susu kedelai. Super memang minuman dari tumbuhan satu ini. Saya jadi tambah mengerti tentang pengolahan susu kedelai, manfaatnya, dan tahu susu kedelai dengan kualitas yang baik. Kerinduan saya pada susu kedelai di kampung halaman terobati oleh susu kedelainya Bapak Eko ini. I finally can consume soymilk everyday, without worrying anymore. Alhamdulillah..

Terima kasih, Bapak Eko. :)

Tuesday, September 22, 2015

Quraan of The Day

To the point.
I'm reading an article right now, referenced from my course with Professor. Tim White from Nanyang Technological University about Beauty, Form, and Function: An Exploration of Symmetry.

This is the article.

Then, i found a paragraph,

"Many scientists suspect that there may be more natural symmetries waiting to be discovered. Some think that the so-far elusive "Theory of Everything," which physicists have spent decades searching for, will contain some type of universal symmetry that fully explains and knits all the known laws of physics together." (Than, 2005)

It's remembering me to some verses in Qur'an,


"Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah."
Q.S. Adz-Dzariyat: 49


"Dan yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan."
Q.S. Az-Zukhruf : 12


"Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan. Allah menutup malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan."

Q.S. Ar-Ra’d: 3

Let's think about it.

Wednesday, September 16, 2015

What comes easy won't last. What lasts won't come easy.
Heidy Kalalo

Thursday, September 10, 2015

Discribing my self.

Making: Design for my cousin's house, logos for our hijab product, poster for visual note
Drinking: enough water.
Reading: The $100 Startup, Site Planning, and other books related to my study
Wanting: Asics Sneaker
Looking: for materials that fit with my design for my uncle's house
Playing: Guitar!
Wasting: Money for clothes and make up
Wishing: for the inner turbulence to settle
Enjoying: Learning something new by myself, and fabric crafting
Waiting: The day come, when i can talk to him like before
Liking: My determination to be a better person
Wondering: if my softwares skill is improved
Loving: my new room smell, recommended from my Bro
Hoping: to make significant progress in everything
Marvelling: kind of forms in nature
Needing: more time to take on my learning
Smelling: Ocean Escape by Glade
Wearing: My new double hycon hijab, suggested by my mom
Noticing: the importance of lacking sleep
Thinking: of better ways to stick on plan
Feeling: so calm when I pray Shubuh in masque
Travelling: to Begonia Gaden in Lembang
Watching: more videos to complete my courses.

Try to understand my self with this methode that i found in Reesey Peasey's blog. To make clear things that i need to do, i want to do/have, and things that make me happy. Well, hope it help me well.

Tuesday, September 08, 2015

I'm all happy.

I visited my uncle today. I decided to make my last design for his house. And, ACCEPTED! Yeheeee
Eventhough it still needs some correction, i'm going to make it done and works! Alhamdulillah.
I like to talk with him. He is a wise person, and we are really want to build our own company. We talked a lot about start-up bussiness and I felt soooo motivated!

Aaand finally, Shofani had answered my question!

I'm melting.

Monday, September 07, 2015

Sepuluh Pelajaran Berharga di Usia 20-an

  • Anda bukanlah kegagalan atau perasaan terbuang yang Anda miliki. Pria di sana yang tidak mencintai Anda, pekerjaan yang tidak berhasil Anda dapatkan, sekolah yang tidak berhasil Anda lalui tesnya. Kegagalan bukanlah hal yang mendefinisikan bagaimana kehidupan Anda kok. Justru saat satu pintu tertutup, Anda punya 1000 pintu lain yang menunggu untuk dibuka.
  • Membuang orang-orang yang mendorong Anda untuk membenci diri Anda adalah hal yang sulit. Tapi Anda perlu melakukannya. Barangkali rasa sesal pernah menyusup dalam diri Anda saat melakukannya, but you will ultimately rejoice in a toxic-free life.
  • Milikilah keberanian untuk menjadi diri Anda sendiri, kapanpun.
  • Tunjukkan cinta Anda kepada orang-orang di sekitar, terutama orang tua Anda. Sementara Anda semakin sibuk dengan pencapaian-pencapaian diri, orang tua Anda juga semakin menua. Sempatkan waktu berbincang dengan mereka setiap hari, don't waste the moment.
  • Ketahuilah kapan Anda harus marah, harus terus berusaha dan kapan harus berhenti.
  • Setiap orang punya kisah dan jalan hidupnya sendiri, jadi jangan membandingkan diri Anda dengan kisah hidup orang lain. Respect yourself.
  • Tuhan akan 'berbicara' pada Anda melalui orang lain, mimpi-mimpinya, pengalaman hidupnya bahkan lagu yang dinyanyikan oleh orang lain kepada Anda. So, listen it.
  • Tidak ada kata terlambat untuk berubah dan bertumbuh.
  • Belajar memaafkan, memaafkan diri sendiri dan orang lain.
  • Anda memang harus memaafkan orang lain yang menyakiti hati Anda, tetapi memberikan mereka kesempatan kedua untuk hadir kembali ke kehidupan Anda adalah pilihan. So, you decide :)

Wednesday, September 02, 2015

Today Accomplishment

Alhamdulillah..
Some planning are achieved. 
I made 3D pictures for my brother's house in Tangerang. But, be honest, i don't like his design. I tried to tell him about the inadequacy and the overplus from his design. But, he always has "keukeuh" with his design. I'm going to make him mesmerized by my design. Promise.

MIT Open Course Ware has been started. SES #1 has been done, it's about the introduction. By the way, i joined Introduction to Building Technology course, with Prof. Marilyne Andersen as the instructur.
*I'm trying to recall the material*
This course aims at providing a fundamental understanding of the physics related to buildings;
To propose an overview of the various issues that have to be adequately combined to offer the occupants a physical, functional, and psychological well being;
Students will be guided through the different components, constraints and systems of a work of architecture. Those will be examined both independently and in teh matter in which they interact and affect one another.

To the point.
What i will learn from this course are ways to make design decision to make buildings optimally work from environmental elements, human needs relating to buildings, ways to control the buildings response to the outside environment. And next week i will take SES #2 about Thermal Aspects of A Building: Outside environment and human needs.
Can't wait!


Reasons why i follow this course are i need more sources to help my study in college, and MIT is my dream, and it has MOOC (Massive Open Online Course). One word, happy. Beside that, learning by myself is the best feeling ever, i enjoy it, i can focus, and yaaa happy. Hahaha

On the previous blog post i told you that i've finished Learning How To Learn in Coursera.org, but i haven't done the last assignment. I have to make project, a product to make another classmate learn from my understanding. So, i need to make review about the material and my project is...... you'll see. heh. And some videos about comments from master of learning are waiting to be watched. Great.

Okay. It has been late here. Need to sleep, to avoid toxic in my mind. Heuheu.
Thank you for all my silent reader (i know you there, i can see youuu), thank you for visiting my blog, thank you for my better day. Alhamdulillah..

Tuesday, September 01, 2015

Quraan of The Day

"Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat pula menolong bapaknya sedikit pun. Sungguh, janji Alloh pasti benar, maka janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kehidupan dunia, dan jangan sampai kamu terpedaya oleh penipu dalam (menaati) Alloh."
Q.S. Luqman: 33

Monday, August 31, 2015

Hati-hati “Sudden Shift”, Fenomena Perubahan Abad 21

Oleh Rhenald Kasali

KOMPAS.com - Lima tahun yang lalu, mantan Dirut Pertamina, Ari Soemarno pernah menyampaikan sepotong data kepada saya. Itu tentang shale gas, yang kalau sampai kongres Amerika Serikat memberi lampu hijau untuk dieksplore dan diekspor, maka harga gas dunia akan turun.
Data itu rupanya segera direspons oleh para pemain saham yang mengakibatkan harga-harga saham perusahaan tambang batu bara kita anjlok. Mengapa demikian? Inilah gejala perubahan mendasar yang disebut 3S : “Sudden Shift, Speed dan Surprise!”

Sudden Shift


Daripada mereka-reka kapan dollar AS akan kembali turun, atau tenggelam dalam rasa takut yang besar bahwa PHK besar-besaran akan terjadi, lebih baik kita paham apa yang tengah terjadi, mengapa dan bagaimana meresponsnya.

Gejala ini kita sebut sudden shift (tiba-tiba berpindah). Faktanya, konsumennya tetap di situ, populasinya tetap besar (8 miliar jiwa), semuanya butuh makan, minum, transportasi, gadget, hiburan, dan sebagainya. Tetapi siapa yang menikmati perpindahan itu?

Sudah begitu, berpindahnya mengejutkan karena seakan tiba-tiba (sudden), cepat sekali (speed) dan membuat kita terkaget-kaget (surprise). Mengapa? Karena kita mengabaikan, kita menyangkal, kita gemar berolok-olok, berpolitik, bersiasat, berpura-pura menyelamatkan (padahal menyesatkan). Kadang mengatasnamakan rakyat pula, menghiburnya, berpura-pura seakan-seakan masalahnya ada di tempat lain.

Kembali ke shale gas, Ari Soemarno memberi tahu saya bahwa cost-nya sangat rendah, demikian harga jualnya, yakni ¼ dari harga jual gas konvensional. Saya membayangkan begitu informasi itu beredar, maka para pemakai minyak (oil) pun akan beralih. Maka harga minyak pun akan goncang. Lalu pada akhirnya, tambang energi lain akan terganggu: batu bara.

Di luar dugaan saya, ternyata batu bara terkena imbasnya lebih dulu, lalu baru minyak. Maklum harga kertasnya (saham) sudah lama dijadikanbubble, lagi pula ia sangat merusak lingkungan. Sekarang harga minyak dunia baru turun sekitar 50-60 persen. Para ahli menduga ia masih akan turun hingga sekitar 10 dollar AS (saat ini masih sekitar 47dollar AS) per barel.

Bisa dibayangkan kerugian apa yang akan diderita pengusaha-pengusaha minyak, kalau mereka tak berani merevolusi biaya-biaya “kenikmatan” yang selama ini sudah dirasakan para pegawai. Dulu, saat harga minyak di bawah 10 dollar AS per barel, mereka sanggup berproduksi dengan biaya 6 dollar AS per barel, tetapi begitu harga pasarnya 120 dollar AS per barel, mereka berproduksi dengan biaya 100 dollar AS per barel. Segala yang membuatnya mahal, akan membuat manusia meningkatkan biaya kenikmatan.

Zalora


Di Bandara Halim Perdanakusuma, saya menerima CEO Zalora Indonesia. Anak-anak muda tentu lebih tahu apa itu Zalora. Ini situs belanja online yang sedang digemari konsumen muda. Dengan belanja online, selain mendapat barang-barang baru, anak-anak muda bisa mendapat harga yang lebih murah.

Saat itu saya baru membaca data penjualan ritel Indonesia yang dilaporkan turun besar-besaran. Keadaan ekonomi pun kita persalahkan. Bahkan para politisi menduga adanya miss managementdalam pemerintahan.

Saat industri ritel konvensional melaporkan penurunan 3-4  persen, Zalora justru mengatakan omzet mereka naik 240 persen. “Dalam dunia online, kalau kami tumbuhnya di bawah 100 persen itu sama dengan kegagalan,” ujar mereka.

Saya pikir Zalora masih kecil. Tetapi bayangan saya kembali ke tahun 1998 saat semua orang dicekam rasa takut akibat gelombang PHK. Asing pun hengkang. Ketika para ekonom di FE UI masih berpikir keras bagaimana menciptakan iklim yang kondusif agar investasi asing kembali lagi, saya memilih untuk mendorong lahirnya entrepreneur lokal.

Saya masih ingat ejekan para ekonom yang mengabaikan kemampuan bangsa ini berwirausaha. Saya bahkan ditanya, apa bisnis yang akan diekmbangkan wirausaha lokal? Saya sebutkan nama-nama produk mereka: kacang (Garuda dan Dua Kelinci), herbal (Sido Muncul), kosmetik (Wardah), bola buatan masyarakat di Majalengka dan lain-lain.

Di luar perkiraan saya, mereka mempertanyakan, “Sampai kapan kacang dan jamu bisa menciptakan lapangan kerja? Yang bisa itu otomotif. Rakyat kita itu pegawai, bukan entrepreneur.”
Anda tahu berapa jumlah wirausaha kita sekarang? Jangan lagi mengatakan masih di bawah 1 persen. Kalau mereka yang sudah terlibat dalam sektor informal saja sudah 60 juta orang, bisa hitung sendiri berapa banyak orang yang sudah bergulat dalam bidang kewirausahaan.  

Demikian juga dengan Zalora dan mereka yang bergerak dalam sektor ekonomi kreatif lainnya. Sekarang memang masih kecil. Tetapi mereka memiliki daya disruptif yang bisa menggerus para pelaku usaha konvensional.

Semua Shifting


Pergeseran konsumsi tak hanya terjadi dalam dunia energi dan belanja melainkan dalam konsumsi di segala bentuk kehidupan kita. Semuanya bergeser. Keseimbangan baru belum terbentuk, tetapi pindah-pindahnya mulai terasa.

Minggu lalu, 17 Agustus 2015, Indonesia-X baru saja meluncurkan situs belajar bebas biaya (massive online course) di mana Rumah Perubahan ikut di dalamnya.

Pernahkah anda membayangkan bahwa kampus-kampus besar sedang berjuang melawan perubahan? Ya, di seluruh dunia, bukan cuma surat kabar berbasis kertas yang kesulitan karena hadirnya media-media online, melainkan juga kampus–kampus yang kini ditantang dunia belajar online.

Bahkan gelar akademis pun kini mulai ditinggalkan para kaum terpelajar dunia. Para pemberi kerja mulai melirik mereka–mereka yang tak bergelar. Dari “siapa kamu” ( atau “apa gelar akademismu”), dunia manajemen mulai beralih pada “apa yang bisa kamu lakukan”. Lihatlah di perusahaan- perusahaan besar, di kartu-kartu nama para pimpinan dan stafnya. Tak banyak lagi yang mencantumkan gelar akademisnya.

Gerakan masif ini membuat kaum muda beralih dari membeli degree (formal) kepada membeli keahlian dan paket–paket  kursus, yang mereka ramu sendiri racikannya. Bukan lagi racikan akademik yang dibuat pemerintah karena mereka ingin membangun keahlian yang unik, yang tidak massal dan siap pakai. Dan pasar tenaga kerja global pun mengakomodir mereka. Apa yang bisa mereka berikan di dunia kerja bukan lagi rangkaian matakuliah racikan kampus.

Dan Indonesia-X  menjadi pelopor belajar onlineyang heboh. Kelak Anda bisa mengambil kursus apa saja. Karena murah (gratis), switching cost nya menjadi rendah. Dan perubahan pun terjadi.
Gojek, Uber, Seven Eleven, dan lain lain.

Kalau anda belum puas dengan contoh–contoh di atas, maka pelajarilah segala fenomena di dunia transportasi, retail, telekomunikasi, trading,financing, dan sebagainya. Anda pasti akan menyaksikan gejala sudden shift ini.

Konsumen perbankan pun mulai meninggalkan kunjungan ke loket-loket bank. Mereka beralih kemobile banking. Pemakaian voice dalam berkomunikasi beralih ke cara-cara baru: data. Dari voice ke BBM, lalu pindah lagi ke Whatsapp dansocial media.

Sama halnya pertarungan sengit yang tengah dihadapi tukang-tukang ojek pangkalan vs Gojek dan Grab-Bike, atau taksi biasa Vs Uber. Semua mengalami gejala shifting.

Jadi, jangan melulu menyalahkan krisis ekonomi dunia. Karena krisis berdampak pada semua usaha dan kali ini terjadi luas di seluruh dunia. Yang jauh lebih penting bukan krisis itu sendiri. Bukan dollar AS, tetapi apa respons kita terhadap usaha yang kita jalani. Dan apa respons kita untuk mempersiapkan masa depan anak-anak kita dalam dunia yang benar-benar baru ini. 


Kalau Anda diamkan, bukan krisis yang menghantam, tetapi persaingan baru melaluibusiness model yang benar-benar berbeda.
Lagi pula, krisis selalu menjadi alasan bagi kaum malas untuk berhenti bekerja, dan bagi mereka yang senang mencari kambing untuk menyalahkan orang lain atas kesalahan yang dilakukannya.
Selamat merenungkannya!